![]() |
| Selpianus Adii/Foto by: facebook |
Tampilkan postingan dengan label CORETAN SAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CORETAN SAYA. Tampilkan semua postingan
Pendidikan Bagi Masyarakat Papua
00.50
KADER : TULANG PUNGGUNG REVOLUSI
Tak perlu lagi untuk meragukan watak khas revolusi kita,tentang hal-ikhwalnya, dengan semangat spontanitasnya, yakni transisi yang berlangsung dari revolusi pembebasan nasional menuju revolusi sosialisme. Dan tak perlu pula meragukan peningkatan pesat dari tahap-tahap perkembangannya, yang dipimpin oleh orang-orang yang sama yang ikut serta dalam peristiwa heroik penyerangan garnisun Moncada, berlanjut melalui pendaratan Granma, dan memuncak pada deklarasi watak sosialis dari revolusi Kuba. Para simpatisan baru, kader-kader, dan organisasi-organisasi membentuk sebuah strukfur organisasional yang pada awal gerakan masih lemah, sampai kemudian berubah menjadi luapan rakyat yang akhirnya mencirikan revolusi kita.
Ketika kemudian menjadi nyata bahwa suatu kelas sosial baru secara tegas mengambil alih kepemimpinan di Kuba, kita juga menyaksikan keterbatasan yang besar dalam menggunakan kekuasaan negara karena adanya kondisi-kondisi yang kita temukan di dalam tubuh negara. Tidak ada kader untuk melaksanakan sejumlah besar pekerjaan yang harus diisi dalam aparat negara, dalam organisasi-oganisasi politik, dan seluruh front ekonomi.
11.23
“BINTANG KEJORA” BENDERA BANGSA WEST PAPUA"
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi derajatnya, karena memiliki keistimewaan sebagai karunia Tuhan, yakni akal budi (kadang juga akal sehat, nurani). Akal budi manusia itu mencakup kemampuan berpikir, daya cipta, karsa dan rasa. Kemampuan bersuara pada manusia ditingkatkan menjadi kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa ini bisa terjadi karena adanya kemampuan untuk menciptakan lambang (symbol): bunyi-bunyi yang melambangkan sesuatu dan sesuatu itu bisa makna, maksud, gagasan, konsep dan sebagainya.06.52
STRUKTUR LENGKAP KOMANDO TPN PAPUA BARAT (WEST PAPUA NATIONAL LIBERATION ARMY)
STRUKTUR LENGKAP KOMANDO TPN PAPUA BARAT
(WEST PAPUA NATIONAL LIBERATION ARMY)
(Berdasarkan Keputusan KTT TPN-PB – OPM 2012 Di Biak)

08.01
Sejarah Organisasi Papua Merdeka (OPM)
Pada mulanya OPM didirikan di Manokwari pada Februari 1965, tepatnya di Sanggeng pada rumah keluarga Watofa, pertemuan ini dihadiri oleh seluruh komponen masyarakat di Kota Manokwari seperti kepala suku Arfak, Lodwik Mandacan, Barent Mandacan, Kepala Kepolisian Papua Mr. John Jambuani, Komandan PVK Mr. Permenas Ferry Awom dan beberapa anggota PVK-Polisi Papua dan Angkatan Laut Papoea seperti : Benyamin Anari, Terianus Aronggear, Mr. Marani, Fred Ajoi, Jimmy Wambrau, dan lain-lain.
07.53
Deklarasi Politik Bangsa Papua, Penduduk West Papua Tentang New Guinea Raad (Parlement Nasional West Papua)
DEKLARASI POLITIK BANGSA PAPUA, PENDUDUK WEST PAPUA TENTANG NIEUW GUINEA RAAD
UNTUK KEADILAN DAN PENGHORMATAN TERHADAP HAK ASASI MANUSIA
Konferensi Nasional Parlemen Rakyat Daerah, tanggal 4 sampai dengan 5 April 2012 di Waena – Jayapura yang dihadiri oleh 660 orang peserta dari 22 Parlemen Rakyat Daerah sebagai lembaga representasi politik bangsa Papua di daerah – daerah teritori West Papua:
07.20
DASAR DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT
Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?
Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?
Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?
Kapan mereka mau berhenti berjuang?
Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu:
1. hak
2. budaya
3. latarbelakang sejarah
4. realitas sekarang
06.58
Malas Kerja Bukan Kebudayaan Orang Papua Barat*
Oleh Adhen Isodorus Dimi)*Budaya rakyat Papua Barat adalah budaya kerja keras. Sejak kecil, orang tua kami telah ajarkan kami untuk bisa bekerja. Kami ingat kata leluhur kami dari dulu; 'kalo ko mau hidup, usaha. Kalo ko mau makan, kerja.'
15.16
Kau Hendak Kukasihi Hingga Ajalku!
Oleh:
Adhen Isodorus Dimi)*
![]() |
| Dok. Pribadi |
Papua
adalah salah satu Pulau yang kaya secara alam dan budayanya. Pulau Papua yang terletak di psifik ini memiliki lebih
dari 250 suku bangsa. Mereka punya banyak budaya, dan tradisi yang
unik untuk masing-masing suku bangsa.
Semua
suku di Papua Barat memunyai bahasa sendiri-sendiri. Suku-suku ini Menjunjung
tinggi bahasanya sebagai alat komunikasi dalam aktivitas sehari-hari mereka. Papua
juga memiliki alam yang begitu banyak kekayaan alam. Sampai-sampai orang luar
menyebut Papua sebagai 'surga kecil yang jatuh ke bumi.'
Burung-burung
berkicau menyambut pagi yang cerah. Tumbuhan melambaikan daunnya di tiup angin.
Bukit emas dan tembaga yang memancarkan cahaya diterpa mentari pagi.
04.18
PEDOMAN AKTIVIS REVOLUSIONER
CIRI-CIRI SEORANG REVOLUSIONER
1. Mengapa kita perlu merubah diri kita menjadi seorang revolusioner ?
Sebagai seorang
revolusioner, kita perlu mengabdikan pikiran-pikiran, emosi dan
perbuatan-perbuatan kita kepada kepentingan perjuangan demokrasi sejati
di Indonesia. Tapi masing-masing kita dan setiap orang diantara kita
masih membawa pikiran-pikiran, sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan lama
dari masyarakat bobrok yang ada sekarang ini. Kita tumbuh dalam
masyarakat yang tindas dan dihisap oleh kapitalisme. Sampai hari ini,
kita masih dipengaruhi oleh gagasan-gagasan bobrok atau
parsangka-parangka borjuasi dari masyarakat kini. Karena itulah, mengapa
perlu bagi setiap mereka yang revolusioner merubah dirinya sendiri.
Kita harus mengubah
diri kita sendiri melalui perjuangan revoluioner secara aktif, dan
dengan kesadaran didalam perjuangan, kita melawan ide-ide, sikap-sikap
dan kebiasaan-kebiasaan keliru. Apabila kita terus melaksanakan
tugas-tugas kita, maka sesungguhnya kita sedang membentuk watak kita
sendiri di tengah-tengah badai perjuang kita melawan musuh-musuh rakyat.
Semakin dalam dan jauh, maka kita akan menjadi teguh dan cakap dalam
perjuangan. Mengubah diri sendiri tidaklah hanya berhenti hanya dalam
beberapa jam atau hari saja. Ia adalah perjuangan yang lama dan sulit.
Karena itulah mengapa kita perlu terus-menerus berusaha keras
menghilangkan pengaruh masyarakat bobrok yang masih melekat. Hanya
dengan cara demikianlah kita dapat melaksanakan tugas-tugas revolusioner
kita lebih baik, dan ketetapan hati kita makin teguh dalam
menggelorakan perjuangan demokrasi sejati sampai kemenangan sosialisme.
Kita mengubah diri kita untuk memperkuat watak-watak dasar seorang
revolusioner, yakni:
11.59
KAMI BANGSA PAPUA ADALAH BANGSA YANG MASIH DI JAJAH OLEH NEGARA INDONESIA.
KAMI BANGSA PAPUA ADALAH BANGSA YANG MASIH DI JAJAH OLEH NEGARA INDONESIA.
PERJUANGAN KAMI BUKAN MENDIRIKAN NEGARA DI ATAS NEGARA, TAPI MENGUSR
BANGSA ATAU NEGARA YANG MENDIRIKAN NEGARANYA DI ATAS BANGSA KAMI.
PAPUA ADALAH BANGSA, BUKAN SUKU. Itu terbukti dari banyaknya bahasa yang ada di papua.
PAPUA TIDAK PERNAH DI JAJAH SECARA LANSUNG OLEH KERAJAAN MAJAPAHIT PADA ERA KEKUASAAN HAYAM WURUK.
PAPUA ADALAH BANGSA, BUKAN SUKU. Itu terbukti dari banyaknya bahasa yang ada di papua.
PAPUA TIDAK PERNAH DI JAJAH SECARA LANSUNG OLEH KERAJAAN MAJAPAHIT PADA ERA KEKUASAAN HAYAM WURUK.
10.13
Hugo Chaves dan West Papua
Victor Yeimo*
![]() |
| Hugo Chaves (media) |
Hugo Chaves, Pemimpin kharismatik yang penuh kontroversial itu telah
tiada sejak 5 Maret 2013 lalu. Rintihan pilu masih terdengar, bukan
saja rakyat Venezuela, Amerika Latin dan Timur Tengah, namun juga di
berbagai belahan dunia, terutama rakyat tertindas di dunia yang
terinsipirasi dari sosok Chaves yang berani melakukan perubahan yang
revolusioner di Venezuela dan merubah wajah kapitalisme global di Timur
Tengah dan Amerika Latin.
Di West Papua, wilayah yang
selama hampir setengah abad masih digerogoti gurita imperialisme Amerika
Serikat (AS), sosok Hugo Chaves dan kiprahnya tidak begitu ramai untuk
menjadi perhatian, terutama dalam perspektif perjuangan pembebesana
nasional West Papua. Bukan karena tidak penting, namun pemahaman akan
pergulatan kepentingan ekonomi politik global masih ditutupi oleh kabut
tebal yang bernama neokolonialisme Indonesia.
10.09
Mengemis Cinta Dalam Derita
Derai air mata tiap pagi. Terkikis
10.07
Kawan (Rakyat Pejuang), Anda Tidak Sendirian!
-----------------------------------------
Catatan untuk Rakyat Pejuang Papua Barat
-----------------------------------------
Catatan untuk Rakyat Pejuang Papua Barat
-----------------------------------------
Kawan,
perjuangan ini terus dan akan berjalan, walau tiap sudut perjuangan
tersimpan sejuta duka. Duka yang kadang-kadang Anda, saya dan rakyat
semesta Papua Barat dibuatnya kandas. Tapi, bukan kandas yang membuat
kita mundur. Kandas yang memberi kita sedikit waktu untuk merenung dan
setelah itu terus berjuang. Duka dan sepinya perjuangan ini justru
membuat kita dewasa dan bijaksana untuk tetap memilih jalan pembebasan
ini. Pembebasan atas diri kita dan tanah kita. Dan yang lebih penting
adalah pembebasan Nasional Papua Barat.
10.04
Terusik Dibalik Trali Besi Malam
Detak-detuk sepatu laras penjajah dan ting teng trali besi tidak lagi
terdengar di sepanjang lorong ini. Samar-samar gemuruh motor jarang
terdengar, dan ku tahu pertanda malam sudah larut.
10.01
Berjumpa Kembali
Memang 11 bulan terlalu lama semenjak kita tak pernah sua. Blogku Terlalu sulit menjelaskannya.
Entalah, saya bingung dari mana harus memulainya.
Sejak tak pernah mencurakan segala asa,
kubejalan mengitari waktu dan ruang dalam kehampahan.
Ingin sekali membagi beban derita negri kemarin,
tapi tak bisa. Mereka para penjajah tak henti-henti mengejarku,
hingga kita tak dapat bersua.
Merekalah akibat segalanya.
10.00
Sinar KasihMu Tuhan
Jalanku perih. Melewati lembah yang penuh onak duri. Lemah dan letih
disini. Sebulan terbaring bisu disini. Kuterteduh di kamar isolasi ini.
Menghabiskan puluhan infus yang tidak pernah kubayangkan semula. Pikirku
tak habis-habis. Detak jantung tidak normal,
jendela jiwaku divonis tak berfungsi oleh dokter. Mesin nafas rusak.
Kata dokter saya terlalu emosi dan kebanyakan pikir. Kutarik nafas dan
menghitung nafas satu-satu dalam kepasrahan, membayangkan ajalku segera
tiba. Ku pikir tiada lagi yang dapat kuperbuat. Di sepanjang lorong
disana, mereka para intelijen penjajah berusaha merongrongku siang
malam. Tiada lagi tempat untuk berlari. Tiada lagi yang memperdulikan.
09.58
MERDEKA
Merdeka Harga Mati. Ya, memang
setiap orang ingin merdeka. Karena memang semua orang tidak ingin dalam
penindasan dan penghisapan. Semua manusia ingin hidup bebas menikmati
alam dimana ia ditempatkan oleh Penciptanya.
09.55
Langganan:
Postingan (RSS)





